"Ditempa rapat melelahkan dan kejaran waktu, panitia Presslist 16 mati-matian menembus aturan sekolah serta target peserta."
Di tengah padatnya jadwal sekolah dan segala tantangan, panitia Presslist 16 tetap gigih merajut asa demi mensukseskan presslist tahun ini. Persiapan Presslist 16 kini telah memasuki fase krusial. Di balik kemeriahan yang dipersiapkan, tersimpan cerita penuh warna dari para panitia yang berjuang di garda terdepan, mulai dari urusan administrasi hingga perburuan peserta.
Bagi Kadek Gani Arista Putri atau yang akrab disapa Gani, bertugas sebagai Steering Committee (SC) Sie Lomba, pekan ini menjadi momen yang sangat padat. Bersama timnya, ia sibuk mengedarkan surat undangan fisik ke berbagai sekolah di wilayah Denpasar, Gianyar, dan Badung. Tak hanya lewat surat, gencar pula informasi disebar secara digital setiap harinya untuk menjaring individu maupun sekolah yang tertarik di bidang jurnalistik, usaha, penelitian, debat, hingga audiovisual. Namun, dinamika rapat sie lomba rupanya menyisakan cerita tersendiri."Tiap rapat jujur mistis (dan aku benci, jujur). Apalagi kalau sie lomba kan timeline-nya banyak tuh, jadi sangat amat menyita waktu rapat," ungkap Gani. Diungkapkan Gani dengan nada berseloroh, suasana rapat kerap terasa "mistis" dan menguras waktu karena banyaknya rangkaian lini masa yang harus dikejar. Tantangan terbesar yang dirasakan sejauh ini adalah bagaimana mendatangkan peserta dalam jumlah membludak di tengah kesibukan panitia yang juga harus membagi fokus dengan kegiatan sekolah serta proses seleksi lainnya. Menanggapi segala kerumitan tersebut, Gani memilih untuk menjalani semuanya dengan tenang berbekal prinsip "Que Sera Sera, whatever will be, will be."
Sementara itu, kesibukan berbeda terlihat di meja Putu Kirana Arsya Putri selaku Sekretaris Panitia Inti yang sekaligus merangkap bidang kesekretariatan umum. Tanggung jawab besar dipegangnya mulai dari merancang surat undangan peserta, juri, jumpa pers, hingga surat undangan puncak acara yang masih terus dikebut. Tak ketinggalan, template absensi untuk berbagai lomba offline juga telah dipersiapkan dengan matang. "Kalo suasana rapat sebenarnya untuk aku bisa dibilang biasa aja. Tapi dari ekspresi orang-orang disekitarku, mereka setiap rapat kayak ada muka capeknya gitu. Karena tiap bidang kan pasti ada problem yang mereka lewatin dan mungkin problem itu juga yang menguras tenaga mereka. Apalagi rapat di hari Sabtu, yang terkadang pasti menyita waktu mereka untuk istirahat di rumah," tutur Kirana. Kirana menuturkan bahwa suasana rapat terkadang diwarnai oleh kelelahan terpancar dari wajah rekan-rekannya akibat beban kerja dan masalah di masing-masing bidang, terlebih rapat yang kerap digelar pada hari Sabtu mengorbankan waktu istirahat mereka. Tantangan nyata sempat dirasakan Kirana saat mengurus tanda tangan komite sekolah pada proposal awal. Kendati rintangan tersebut berhasil dilewati, kini tantangan baru hadir dari proses pencarian juri oleh sie lomba yang berdampak pada alur pembuatan surat undangan juri.
Meski dihadapkan pada berbagai rintangan pelik, secercah harapan besar tetap disuarakan oleh para panitia. "Harapannya tentu semoga Presslist 16 berjalan lancar di dua hari puncak yaitu tanggal 28 & 29 Agustus nanti, dan makin banyak peserta yang mau ikut Presslist karena kita masih mencari peserta sampai sekarang," pungkas Kirana penuh harap. Kirana berharap rangkaian Presslist 16 yang puncaknya akan digelar pada 28 dan 29 Agustus mendatang dapat berjalan sukses dan lancar tanpa hambatan berarti. Di sisa waktu yang ada, kerja keras terus dikerahkan demi menarik minat lebih banyak peserta untuk turut ambil bagian dalam kemeriahan tahun ini. (cpm/erl)