We have 123 guests and no members online
Di kaki Gunung Agung, di jantung kawasan paling suci di Bali, seorang ibu menggendong bayinya, menunggu truk tangki datang membawa air. "Tiang numas yeh tiap minggu. Rp200.000," kata Mangku Reni pelan.
Di kaki Gunung Agung, di jantung kawasan paling suci di Bali, seorang ibu menggendong bayinya, menunggu truk tangki datang membawa air. "Tiang numas yeh tiap minggu. Rp200.000," kata Mangku Reni pelan.
Delapan bulan tanpa hujan, mata air mati, warga menangis. Kini satu rumpun bambu menyimpan 3.500 liter air untuk mereka.
Komunitas Film Bali yang Tumbuh dengan keresahan Ekosistem Sinema Lokal
Melawan nyeri lambung yang belum pulih, I Wayan Aditya Tangsa tetap berdiri mengatur lomba sejak subuh tanpa banyak keluhan.
We have 123 guests and no members online