
Jejeran kursi berwarna coklat kayu tersebut kembali menghiasi panggung utama Denpasar Book Fair 2019, lagi-lagi buku menjadi tema perbincangan kali ini. Namun kini bukan aspek produksi, melainkan aspek pemasaran.
Jarum jam sudah menunjukkan pukul 14:25 WITA, pengunjung Denpasar Book Fair 2019 terlihat tetap padat seperti tadi pagi. Kegiatan – kegiatan di hari terakhir yang lebih padat dari hari – hari sebelumnya menarik lebih banyak pengunjung yang berdatangan. Pada pameran hari ini ada yang nampak berbeda. Hasil karya dari anak – anak yang mengikuti lomba karikatur pada hari Selasa (13/08) turut mewarnai kekosongan partisi – partisi pada sisi kanan dan sisi kiri dari areal panggung. Kursi – kursi putih yang tadinya membentuk menara tinggi saat ini sudah kembali tersusun rapi di depan panggung. Panggung yang beralaskan karpet merah menjadi sorot utama dari mata pengunjung.
Meski dua kipas besar telah berdiri gagah, badan tetap terasa gerah. Keringat yang sedikit demi sedikit mulai mengalir lewati pelipis tak cukup menjadi batu penghalang bagi pengunjung untuk menikmati suguhan acara saat ini. Talkshow buku, kegiatan yang terlaksana saat ini bertajuk “MEMBANGUN IKLIM PERBUKUAN INDONESIA (ASPEK PEMASARAN)”. Narasumber – narasumber yang hadir kali ini pastinya adalah orang yang sudah berkecimpung dalam dunia tulis menulis buku. I Made Taro, Agung Alit, Yoyo Rahayo, dan Angela Maria Octiana Femant itulah keempat narasumber yang turut hadir meriahkan rangkaian acara Denpasar Book Fair 2019. Meski jarum jam menunjukkan waktu istirahat siang, rasa kantuk yang menyerang tak cukup patahkan niat para pengunjung untuk mengisi dirinya dengan ilmu yang didapat dari keempat narasumber. Manik mata pengunjung menatap lurus ke depan, indra pendengarannya dipasang dengan baik. Tak rela apabila ada tips-tips yang terlewat. “Sejauh ini acara Book Fair sekarang bener – bener keren banget, apalagi diadaiin sama komunitas Madyapadma yang kalau di zaman sekarang anak – anaknya beda banget sama realita anak SMA kini ya,” ujar Tjokorda Istri Agung Yunita yang menjadi salah satu audiens dari SMA Negeri 1 Denpasar.
Merancang acara penuh ilmu ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Di baliknya tentu terdapat rintangan-rintangan yang mehadang. “Hambatan selama nyiapin itu tadi ya kan salah satu narasumber yang terlambat datang,” ujar I Gusti Agung Ayu Desinta Linggarcani selaku panitia dari acara Talkshow buku. Diharapkan acara talkshow ini dapat membantu para generasi muda untuk mengenal lebih jauh mengenai dunia buku khususnya dalam pemasaran buku. (ade/dyt)