We have 13 guests and no members online
- GANI ARISTA
- Laporan Khusus
MP Berbagi: Menumbuhkan Kesadaran Berkeadilan lewat Aksi Nyata
"Yang paling penting bukan seberapa besar yang kita berikan, tapi bagaimana kita bisa membuat orang lain merasa bahwa mereka nggak sendirian.” Ungkap Ni Nyoman Dian Widhyani yang menegaskan bahwa esensi utama gerakan ini adalah menghadirkan kepedulian tulus bagi sesama.
MP Berbagi dirancang sebagai gerakan kemanusiaan untuk membantu warga yang membutuhkan. Ni Nyoman Dian Widhyani menjelaskan bahwa alur kegiatan ini dimulai dari penyusunan poster publikasi yang memuat informasi rekening serta narahubung donasi. Setelah dana dan bantuan terkumpul, tim melakukan pendataan dan koordinasi matang sebelum menyalurkannya langsung kepada masyarakat sasaran. Pada pelaksanaan sebelumnya, bantuan disalurkan secara langsung di sekitar kawasan Jalan Puputan hingga Jalan Gajah Mada, Denpasar. "Tujuan utamanya bukan cuma mengumpulkan donasi, tapi juga menumbuhkan rasa peduli dan kepekaan kita terhadap kondisi orang-orang di sekitar. Kami berusaha supaya donasi yang masuk benar-benar sampai dan bisa dirasakan manfaatnya oleh penerima," ungkap Dian. Sebagai perantara kebaikan, program ini menerima donasi baik berupa uang maupun barang, yang kemudian dikemas dalam bentuk paket sembako untuk dibagikan kepada mereka yang membutuhkan di luar sana.
Dibalik kelancaran penyaluran bantuan, perjalanan program ini tentu tidak lepas dari berbagai tantangan. Koordinator MP Berbagi, Putu Rina Jayanti Dewi atau yang akrab disapa Rina, menceritakan suka duka selama mengkoordinasikan jalannya program. Menurut Rina, tantangan sudah terasa sejak tahap persiapan awal, mulai dari pembuatan poster publikasi yang sempat meleset dari timeline hingga revisi tanggal pengumpulan donasi yang harus disesuaikan beberapa kali dengan tim desain. Selain masalah teknis publikasi, tantangan terbesar yang dirasakan panitia adalah mencapai target finansial yang telah ditetapkan di awal. "Tantangan untuk sekarang itu masih kepikiran, kira-kira kita bisa nggak ya mencapai target donasi yang udah kita tentuin di awal, karena melihat donasi yang kita butuhkan itu lumayan besar, yaitu 4 juta rupiah lebih," jelas Rina. Meski demikian, Rina bersyukur karena proses pengumpulan dana ini mendapat banyak dukungan dari para alumni Madyapadma, rekan-rekan sekolah di SMAN 3 Denpasar (Trisma), hingga masyarakat luas.
Hal senada juga disampaikan oleh I Gede Gandiwadhara Samadi selaku Koordinator Bidang Non-Lomba. Menurutnya, tantangan utama dalam mengelola program kemanusiaan ini adalah konsistensi dalam mencari para donatur yang siap mendukung kesuksesan dana kemanusiaan MP Berbagi. “Bagi saya, kesuksesan sebuah program kerja diukur dari tercapainya target bantuan yang disalurkan,” ujar Gandiwadhara. Selain itu, panitia juga dihadapkan pada tantangan logistik, seperti mencari vendor penyedia sembako serta tempat percetakan tote bag yang sesuai dengan anggaran yang telah dibudgetkan.
Meskipun mematok target untuk mengumpulkan dana secara maksimal demi memperluas volume bantuan, para pengurus sepakat bahwa keberhasilan MP Berbagi tidak hanya diukur dari besarnya nominal rupiah yang terkumpul. Lebih dari itu, program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran khususnya di kalangan pelajar, bahwa berbagi tidak harus menunggu mapan atau memiliki kelebihan. Dari hal-hal kecil pun, seseorang sudah bisa mulai membantu sesama. "Semoga MP Berbagi bisa terus berjalan dan semakin berkembang ke depannya. Aku juga berharap kegiatan ini nggak cuma berhenti sebagai bagian dari Presslist 15, tapi nilai untuk saling peduli dan berbagi itu bisa terus dibawa setelah kegiatan ini selesai," tutur Dian penuh harap. Melalui aksi nyata ini, para generasi muda Madyapadma ingin menyampaikan satu pesan penting kepada masyarakat, bahwa di luar sana, mereka yang membutuhkan tidak pernah merasa sendirian. (cpm/erl)